Senin, 08 Mei 2017

Melanglang Hilang di Malang

Berawal dari kejenuhan gua di garis kuliah-organisasi-kontrakan-makan-minum-tugas-kampus-dosen-rapat-repeat, gua memutuskan untuk menghilang beberapa hari ke Malang.

Malang adalah salah satu tempat yang emang pingin banget gua kunjungi selama ini. Dulu, gua juga ada cita-cita buat kuliah di Malang, tapi karena nggak dapet restu dari orangtua karena kata mereka terlalu jauh, ya sudahlah, takdir gua memang dipertemukan dengan gedung cokelat dimana pohon kersen tumbuh lebat hahaha.

Sebenernya, gua pinginnya pergi ke Bandung, cuma setelah gua mencari tahu bagaimana kehidupan di Bandung yang ternyata (terlihat) lebih mahal dibanding Malang, akhirnya gua memutuskan untuk ke Malang saja, toh duit gua udah mepet banget buat ke Bandung dan kereta ke Bandung (yang murah) juga udah pada habis.

Dan sebenernya lagi nih, gua beli tiket ke Malang juga gara-gara temen kontrakan gua, Ida, yang mesen tiket kereta secara tiba-tiba dikarenakan tiket pulang dari Malang ke Semarang yang murah tentunya, tinggal tersisa 1 saja. Dengan gerakan secepat kilat, Ida memencet tombol "pesan tiket berangkat-pulang" di Tokopedia memakai akunnya, karena gua emang nggak ada akun toko online tersebut.

Nah, lalu kenapa gua pesen tiket di Tokopedia padahal gua nggak punya akunnya? Karena di situ sedang ada promo tiket yang lumayan dibanding tiket penjualan kereta lainnya mwehehehe.

Setelah Ida memencet tombol "pesan" itu, gua pun panik, karena emang posisi gua pesen tiket udah dini hari. Ida? Dia malah ikut panik. Kata dia, "buruan ke indomaret. Bayar! Ini satu jam doang. Kalo lu batalin, promonya udah kepake dan ngga bisa keambil lagi!". Panik gua semakin menjadi. Buru-buru gua pake jaket, ambil kunci, keluarin motor dan gas ke indomaret bareng Ida (yang awalnya mager keluar karena emang kita baru aja makan di luar)

Urusan tiket selesai.


Di akun Tokopedia Ida tertulis, bahwa gua akan berangkat pukul 00.45 tanggal 28 April 2017, yang berarti dini hari pada hari Jumat gua bakal berangkat dari Stasiun Tawang Semarang dan gua bakal sampai di Stasiun Malang kota baru kira-kira pukul 11 siang. Siap, persiapan gua harusnya udah mateng banget, karena gua emang pesennya jauh-jauh hari sebelum hari itu datang.

Menjelang tanggal 28 April, tugas yang diberikan dosen tiba-tiba membludak. Maklum sih, emang masih minggu-minggu UTS. Akhirnya, dengan semangat main ke Malang, gua kebut semua tugas dan berusaha memberikan hasil yang maksimal (tapi boong) biar ketika gua di Malang gua nggak kepikiran tugas yang kerap kali mengganggu kehidupan gua *sigh*

Tiba waktu yang ditentukan, yaitu Jumat, 28 April 2017! Tapi...... karena emang nggak ngerti deh, kehidupan gua yang emang absurd atau kebodohan gua yang semoga nggak bakal menular ke orang-orang, gua ingetnya berangkat ke Malang hari Sabtu, 29 April dini hari. Jadi, begini ceritanya....

Hari Jumat tanggal 28 April, gua melakukan aktivitas seperti biasa, kuliah lalu pulang ke kontrakan, karena kebetulan memang hari itu nggak ada kegiatan di luar perkuliahan. Sorenya, gua diajak 2 temen kontrakan gua, Nay dan Eka buat makan dan belanja, karena gua juga mau belanja buat kebutuhan di Malang, gua pun ikut mereka. Pertama kita makan di burjo Holic 4, setelah itu baru belanja di Superindo. Yes, burjo untuk kehidupan yang lebih baik alias nggak papa bego yang penting kenyang.

Sekitar jam setengah 7 malam, kita bertiga pulang dengan keadaan masih sehat wal afiat. Malamnya, temen gua, Putri, nelpon mau main ke kontrakan, dan akhirnya kita cerita-cerita sampai sekitar setengah 9 malam. Jam 9 malam, si Eka dan Nay ngajakin makan ke luar, karena gua udah mager, gua memutuskan buat nggak ikut mereka, tapi gua emang harus ke luar untuk ambil kamera dan daypack Putri yang bakal gua pinjem buat jalan ke Malang.

Pukul 10 malam, gua dan temen-temen kontrakan masih ngobrol ber-haha-hihi ria dan sedikit menyicil tugas untuk minggu depan. Nggak terasa obrolan nggak penting kita lalui sampai jam 12 malem lebih. Karena gua udah nggak ada kerjaan, gua akhirnya pamit untuk tidur duluan.

Lalu, ketika gua udah mau menjatuhkan diri di kasur..........
Tiba-tiba.........

"Fatiiii!! Lu berangkat ke Malang kapan?!"
"Besok Sabtu kan, jam nol-nol empat lima ditulisnya."
"Bukan, bego! Lu berangkat hari ini jam setengah satu!"
"Enggak, besok Sabtu kok."
"Ini Ida telepon, dia dapet email dari Tokopedia kalau kereta lu berangkat hari ini!"
"SUMPAH?!"
 "BURUAN GANTI BAJU!!!"

Seketika satu kontrakan heboh gara-gara gua. Di situ waktu udah nunjukkin pukul 00.20 dan kereta gua berangkat 00.45, sedangkan jarak dari kontrakan gua sampai Stasiun Tawang itu lumayan jauh. Yaa kalau pakai aplikasi ojek online, lu bakal bayar 25.000 an deh, sekitar 12.0km an, yaaa 40 menit kalau di waktuin, itu pun kalau nggak macet, sedangkan gua belum ngapa-ngapain sama sekali.

"Pesenin ojek online sekarang!!"
"Nggak usah pake ojek online! Lama, nggak ke kejar pasti!"
"Yaudah, lu berangkat sendiri aja, Fat. Nanti titipin motor lu di stasiun."
"Anu.. gua nggak tahu arah ke Stasiun Tawang."
"AAAAAAA!!!!"
"Yaudah, buruan lu siap-siap! Gua keluarin motor dulu!"
"Ida, Ida suruh kesini bawa kode booking nya!"

Temen-temen kontrakan pada heboh dan bingung sendiri. Ada yang masukin semua barang gua ke tas, ada yang sibuk ngeluarin motor, sedangkan gua, ganti baju aja dengan antengnya.

Setelah selesai persiapan, gua langsung ngebut ke Stasiun Tawang. Awalnya gua dibonceng sama Ida, tapi karena Ida nggak berani buat ngebut, akhirnya gua dioper buat diboncengin si Mia, pakai motor yang dibawa si Ida karena motornya matic jadi lebih gampang dibuat ngebut. Ya, gua diantar oleh dua wanita pembalap.

Di jalan, Mia udah gua wanti-wanti buat hati-hati aja, tapi dia sebodo amat sama omongan gua, segala macem traffic light dia terobos buat sampai lebih cepat di stasiun Tawang.

Waktu menunjukkan pukul 00.44 dan gua masih sampai di daerah pertengahan kota Semarang (sekitar rumah sakit William Booth Semarang), kira-kira kalau waktu normal, gua membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di Stasiun Tawang. Mia menambah kecepatannya sambil ngedumel sendiri, "nggak ke-kejar ini mah!", kata Mia. "ke-kejar kok, Mi. Santai.", kata gua (sok) menenangkan.

Sesampainya di Stasiun Tawang, gua sama Mia langsung lari ke arah mesin cetak tiket. Sial menimpa gua kembali, tiket udah nggak bisa dicetak sama mesinnya, karena emang alasan waktu yang udah ngaret beberapa menit. Tapi Mia dengan muka memelasnya memohon-mohon kepada penjaga stasiun, "tolong, pak satuuu aja, pak. Tolong dong, pak.", sedangkan gua? Bisu dengan kebingungan gua😂

Nggak lama kemudian setelah hampir di cancelnya tiket gua, tiket pun tercetak dengan ajaibnya. Gua langsung ke boarding pass buat cek KTP (tapi gua pakainya KTM sih hehe). Di sela-sela gua nyari KTM, Mia bisikin gua, "lu ada receh buat parkir?" Akhirnya gua kasih recehan berapapun yang gua dapet di tas.
Tiket laknat, Tiket loh ya.
Setelah gua cek di boarding pass, gua langsung lari sambil dadah-dadah masuk gerbong, kemudian si Ida nongol dari kejauhan dan dadah-dadah, dalam hati gua, "untung sama Mia."😂

Masuk kereta, gua nggak langsung masuk pas di gerbong gua, akhrinya gua jalan dari tengah ke ujung, melewati banyak rintangan dan halangan nggak deng cuma alay. Tempat duduk gua ada di gerbong nomor 2 dan gua masuk di gerbong nomor 6. Lumayan jauh lah di dalam kereta sempit dengan bawaan bejubel di dalam tas.

Sesampainya di tempat duduk, gua yang awalnya pesen tempat duduk di deket jendela, jadi duduk dipinggir karena udah ada mas-mas yang menduduki tempat gua. Oke deh, untung mas nya ganteng.

Beberapa menit setelah kereta jalan, gua dihampiri sama satpam kereta (atau apapun itu namanya), gua ditanya kartu identitas gua. Disitu gua udah mikir macem-macem, apa iya tiket kereta gua jadi udah nggak berlaku lagi? Atau gua disangka buronan gara-gara kejadian di stasiun? Asli nggak bohong, gua mikir begitu. Tapi ternyata, satpam tersebut nanya begitu gara-gara KTM gua ketinggal di boarding pass. Bangke.

Perjalanan dengan kereta dari Semarang ke Malang kurang lebih memakan waktu 9 sampai 10 jam dan gua hanya berdiam diri ngos-ngosan, tanpa ditawari minum oleh mas-mas yang ada di depan gua *deep*

"Kereta Majapahit sudah sampai pada stasiun terakhir, yaitu stasiun Malang kota baru. Silahkan blah blah blah..."

Kurang dari jam 11 gua udah sampai di stasiun Malang kota baru. Perlahan gua turun dan mengikuti langkah para penumpang kereta lain menuju jalan keluar dari stasiun. Di luar stasiun, gua sempatkan untuk menghirup udara Malang biar gaya-gayaan, namun kemudian... hmm.. bakal tidur di mana hari ini gua? Hubungin siapa nih? Sial gua lupa, gua belum pernah ke Malang dan nggak punya temen di Malang.

Padahal jauh-jauh hari sebelum gua jalan, Eka udah nyaranin buat cari penginapan di sekitar Unbraw aja alias Universitas Brawijaya biar murah, gua pun juga udah searching di aplikasi mamikos (bisa di cek di playstore) dan gua udah nemu penginapan yang sekiranya pas buat gua, tempat penginapannya ada di daerah Universitas Muhammadiyah Malang yang lumayan deket sama kota Batu dan murah, tentunya, tapi begonya gua nggak pesen-pesen dengan alasan yang nggak jelas. Ya begitulah gua.

Gua pun memutuskan untuk jalan kaki dari stasiun Malang. Entah, gua juga nggak tahu gua bakal sampai mana. Gua cuma asal aja jalan. Gua memilih jalan ke arah kanan dari stasiun Malang. Rencana awal sih, gua pingin cari tempat makan pinggiran jalan dulu, sekalian tanya penginapan yang murah di sekitar kota.

Lama gua nggak nemu tempat makan yang pedagannya bisa gua ajak ngobrol, akhrinya di perempatan SMP N 3 Malang, gua nemu warung makan yang gua kira burjo, masuklah gua ke warung tersebut. Warung Aini, namanya.

Gua memesan es teh, karena emang gua udah haus parah. Perjalanan dari Semarang sampai Malang dan ditambahi jalan kaki dari stasiun Malang sampai SMPN 3 Malang tanpa minum. Kering dah tuh tenggorokan kayak bunyi telepon rumah. Kriiiing!!

Sekalian numpang pipis juga sih, gua pipis di situ tanpa.... pintu😑

Gua pun membuka obrolan dengan tanya ngalor ngidul tentang kota Malang, ini gua sekarang ada di daerah mana yang pada akhirnya gua tahu kalau gua sedang berada di Klojen. Akhir pertanyaan-pertanyaan gua yaa tetap, hanya menjurus ke pertanyaan inti yaitu, "ibu tahu kos harian di sekitar UB?"

Ibunya dengan intonasi yang jelas menjawab, "wah, nggak tahu saya. Cuma kalau mau cari ya pasti ada." Hmm... ya iya makanya saya nanya ke ibu....

Gua search deh tuh tempat penginapan di semua aplikasi, tanya temen gua yang pernah ke Malang dan beberapa temen gua yang di Malang. Cuma temen-temen gua yang di Malang emang cowok semua dan gua nggak begitu dekat sama mereka, lagian gua emang sengaja nggak kasih tahu siapapun kecuali temen-temen kontrakan, orang tua dan beberapa temen gua kalau gua pergi ke Malang. Jadi, gua ngehubungi mereka juga karena kepepet😑

Keputusan terakhir sepenuhnya ada di tangan gua. Beranjak dari tempat makan tersebut atau duduk nggak jelas bersama es teh di warung Aini sampai pulang ke Semarang lagi. Gua ke pilihan nomor 1 dengan ibu pedagang tersebut menyarankan untuk naik ojek yang ada di depan warungnya yang gua duga adalah suaminya sendiri.

Setelah gua bertanya tentang penginapan yang gua pilih yaitu yang ada di dekat Unimu, bapak ojek menyarankan supaya gua mencari penginapan lain karena di daerah Unimu itu selalu macet. Baiklah, gua mengikuti saran tersebut, gua akhirnya cari peginapan di sekitar UB dan UM, lalu dapat! Tapi karena chat gua belum dibalas sama admin dari aplikasi mamikos, gua memustuskan untuk tetap jalan aja ke daerah UB dulu, siapa tahu ada yang lebih murah.

Sebelum cari penginapan di daerah UB, gua diajak muter-muter dulu sama ojeknya, dikasih tahu letak UB dan sekitarnya. Gua juga sempet masuk UB sih, cuma nggak muter ke semua penjuru, di sekitar pintu masuk-fakultas ekonomi-kedokteran-pulang aja, padahal mah gua cari FIB ya, eh FIB apa FBS sih UB tuh? Itu deh pokoknya.

Setelah gua memutari sekitar kampus UB, gua cari deh tuh penginapan masih di sekitar UB juga, karena belum di bales-bales sama admin mamikos. Ada sekitar 2 atau 3 kosan yang udah gua samperin, tapi ternyata nggak ada yang pas. Ada yang jam malem cuma sampai jam 9 ada juga yang ternyata cuma kos bulanan. Yah, gitu ya cari penginapan, cari yang bisa bikin nyaman. Layaknya.... aelah wkwkwk.

Beberapa penginapan di sekitar UB udah gua hampiri, beberapa jalan sekitar UB juga udah gua lewati. Pintu belakang UB, pintu depan UB, eh ternyata penginapan yang gua tanya-tanya ada di deket UM... Nggak papa deh sedikit mengulik luka lama.

Oh iya, ini baru aja pengumuman SNMPTN ya? Selamat ya, buat kalian-kalian yang keterima di perguruan tinggi negeri yang diidamkan. Buat yang belum keterima, semangat, cuy!

Sedikit curhat nih, seperti yang gua bilang di awal, Malang adalah kota dimana gua pingin menghabiskan waktu kuliah gua, tapi sayangnya gua nggak dapet izin dari orang tua. Universitas Malang lah tujuan gua, jurusannya sastra Jerman hahaha, itu kenapa gua bilang mengulik luka lama.

Balik ke tempat penginapan di deket UM. Penginapan gua kalau di aplikasi mamikos namanya kos salsabila (atau sabila ya?) tapi kalau di sana mungkin pertama kali nemunya travel cafe, soalnya emang letak penginapannya ada di lantai atas dan bawahnya itu cafe gitu sih, jadi kalau laper nggak perlu cari jauh-jauh. Harga makanannya juga terjangkau, dibawah 20ribu lah pokonya. Penginapan gua ini ada di jl. Terusan Surabaya nomor 22 depan kampus UM persis... gua berasa kuliah di situ jadinya hahahaha.

Jl. Terusan Surabaya
Di atas adalah foto yang gua ambil dari google street tahun 2014 dan ternyata tahun 2014 belum ada travel cafe yang gua maksud hahaha. Tapi kalau sekarang, kos salsabila/travel cafe bisa ditemuin di sekitar situ kok.

Setelah gua ketemu sama penginapannya, gua masuk ke cafe itu terus...
gua....
.
.
.
.
.
.
.
ngapain hayooo?

Hm... kayaknya perlu gua bikin dua kali tulisan deh, karena nanti kalau tulisannya kebanyakan gini bikin eneg, males baca wkwk. Yaudah deh, anggep aja ini tulisan ber-sekuel haha.

Yaaaaaaak terima kasih sudah mau membaca.

Salam dari mahasiswa sastra yang nggak nyastra🙆

14 komentar:

  1. dari dulu,bukan perencana yg baik.Untung aja Hoki lu banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ambil ranselmu lalu berkelanalah! Hahaha kapan nggunung lagi?

      Hapus
  2. Sepertinya di cape itu teh Ifati duduk manis, istirahat karena lelah, terus pesen minum dan diminum deh. Dan lengkap cerita ini itu sama temannya selama diperjalanan tadi..hehe

    Udah ada tempat nginep tapi gak pesen, nanti keburu penuh..hehe
    Emang harga dekat Unibraw sama dekat univ muh Malang harganya beda berapa ya, Teh ?

    Btw, salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya, bener juga, mas hahaha

      Iya, emang udah penuh gitu. Nanti buat harga atau yg lainnya, aku taruh di postingan selanjutnya aja kali ya hehehe

      Ya halo, salam kenal. Terimakasih sudah berkunjung.

      Hapus
  3. Wah jadi penasaran sama apa yang elu lakuin di Malang deh. Cepet nulis kelanjutannya yak..

    Salam jangan lupa kuliah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam untuk memperhatikan dosen tiap kuliah

      Hapus
  4. Gw tau lu ngapain di Malang.... Main kan????


    #NGOK


    *toyor pala*

    BalasHapus
  5. wakaka rapat dan repeat yaa beneran mengenang masa perkuliahan banget haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, kesel banget kalo ngga nyempetin diri buat jalan ahaha

      Hapus
  6. hahaha lucu dehh.. ampe salah jadwal kereta gitu mbak nya :D

    BalasHapus
  7. cerita panjang dan tentu asik sampe cerita jadwal juga. rapat yang yang rapet. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha terimakasih! Terimakasih juga sudah mampir :)

      Hapus